KANDANGAN – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) terus mengoptimalkan inovasi unggulan daerah yang bernama HSS Tuntas Stunting (HSS Turunkan dan Atasi Stunting).

Inovasi ini dirancang sebagai langkah strategis, konvergen, dan terintegrasi untuk memastikan setiap sasaran—mulai dari ibu hamil hingga balita—mendapatkan intervensi gizi yang tepat dan berkelanjutan.

Didukung Regulasi Daerah yang Kuat

Sebagai program prioritas, penyelenggaraan inovasi HSS Tuntas Stunting telah memiliki landasan hukum yang kokoh. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah, serta telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga tengah merampungkan pembaruan pada tingkat Peraturan Bupati agar penyelenggaraan inovasi ini memiliki dasar pelaksanaan yang lebih mutakhir, jelas, dan adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.

Kolaborasi Empat Pilar Aktor Utama

Keberhasilan ekosistem HSS Tuntas Stunting tidak lepas dari sinergi empat aktor kunci yang bergerak secara berjenjang:

    1. Bupati Hulu Sungai Selatan, yang memberikan komitmen kuat secara politis dan regulasi, memastikan percepatan penurunan stunting menjadi prioritas utama seluruh elemen daerah.
    2. Dinkes PPKB, yang bertindak sebagai leading sector dan koordinator utama penggerak jalannya inovasi, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
    3. Ahli Gizi (Nutrisionis), sebagai tenaga profesional di tingkat Puskesmas yang bertanggung jawab secara teknis merumuskan standar intervensi, mengukur status gizi, dan memantau kesehatan klinis sasaran.
    4. Kader Kesehatan, yang menjadi garda terdepan di tingkat akar rumput untuk mendampingi keluarga sasaran, menyalurkan intervensi gizi, dan memberikan edukasi langsung di masyarakat.

        Optimalisasi SDM dan Alat Kerja Digital

        Dalam operasionalnya, HSS Tuntas Stunting didukung oleh lebih dari 30 orang Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdedikasi selama dua tahun terakhir. SDM ini tersebar di berbagai fasilitas pelayanan, termasuk jaringan Puskesmas (seperti PKM Batang Kulur, PKM Kandangan, dan PKM Pasungkan).

        Untuk memastikan komunikasi dan evaluasi berjalan real-time, para pengelola inovasi memanfaatkan platform digital berupa WhatsApp Group “HSS TUNTAS STUNTING”. Alat kerja ini terbukti efektif dalam mempercepat penyebaran informasi, sinkronisasi jadwal distribusi, hingga memecahkan kendala teknis di lapangan dengan cepat dan tepat.

        Komitmen Pelayanan Maksimal

        Dinkes PPKB Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga terus menjunjung tinggi transparansi dan kualitas pelayanan. Meski hingga saat ini pelaksanaan inovasi berjalan lancar tanpa adanya pengaduan masyarakat, Dinkes PPKB menegaskan komitmennya bahwa apabila di kemudian hari terdapat laporan atau masukan terkait layanan ini, hal tersebut akan dilayani dan ditindaklanjuti 100% hingga tuntas.

        Melalui inovasi HSS Tuntas Stunting, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan optimis dapat mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting.