Dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berkomitmen untuk tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apa pun.

PENDAMPINGAN TIM AHLI KE 21 PUSKESMAS & FKTP: PENINGKATAN PELAYANAN KIA, PENANGANAN KEGAWATDARURATAN, SERTA PENGUATAN SISTEM RUJUKAN MATERNAL DAN NEONATAL TAHUN 2026
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melalui Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas secara berkelanjutan melaksanakan kegiatan Pendampingan Tim Ahli ke 21 Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya di wilayah Kabupaten pada Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), memperkuat kemampuan penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta menyempurnakan sistem rujukan yang cepat, aman, dan terkoordinasi dengan baik antar tingkatan pelayanan kesehatan.


πŸ‘©β€βš•οΈ TIM AHLI SEBAGAI NARASUMBER & PENDAMPING:
Pendampingan dilakukan oleh tim tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya, yaitu:
βœ… dr. I Putu Abdi Wirakusuma, Sp.OG
βœ… dr. H. Yudie Alfiani, Sp.OG, M.Kes
βœ… dr. Hj. Suhastinah, Sp.PD, M.Kes
Tim ahli turun langsung ke lokasi untuk membimbing, memberikan arahan, serta berdiskusi bersama tenaga kesehatan yang bertugas di garis depan pelayanan.


πŸ‘₯ PESERTA YANG HADIR DAN DIBIMBING:
Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh seluruh elemen tenaga kesehatan yang berperan langsung dalam pelayanan ibu dan anak, meliputi:
βœ… Kepala Puskesmas – sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pelayanan kesehatan di wilayah kerja
βœ… Dokter Umum di Puskesmas – sebagai tenaga medis yang menangani kasus dan menetapkan arah penanganan
βœ… Bidan Puskesmas – sebagai ujung tombak pelayanan KIA di tingkat pelayanan dasar
βœ… Bidan Desa – yang berperan strategis dalam mendekatkan pelayanan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah
Dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan dari berbagai tingkatan, diharapkan pemahaman dan kemampuan dapat meningkat secara menyeluruh dan merata.


πŸ“‹ MATERI POKOK YANG DISAMPAIKAN DAN DIPERDALAM:
Selain pendampingan teknis, diskusi kasus, dan pelatihan keterampilan langsung di tempat pelayanan, kegiatan ini juga secara khusus mensosialisasikan Pedoman Tatalaksana Hipertensi Dalam Kehamilan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor KMK 01.07/MENKES/701/2026. Pedoman ini menjadi acuan standar yang wajib dipahami dan diterapkan oleh seluruh tenaga kesehatan dalam upaya deteksi dini, penanganan segera, serta rujukan tepat waktu terhadap kasus hipertensi pada ibu hamil β€” salah satu penyebab utama kematian ibu yang masih menjadi tantangan besar hingga saat ini.


🎯 TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN:

  1. Memperkuat pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan di Puskesmas dan jaringannya dalam memberikan pelayanan KIA yang berkualitas, aman, dan sesuai standar prosedur operasional.
  2. Meningkatkan keterampilan penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal sejak tingkat pelayanan dasar, sehingga komplikasi dapat segera ditangani sebelum kondisi memburuk.
  3. Menyempurnakan alur, prosedur, serta mekanisme sistem rujukan ibu dan bayi agar berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan tidak ada kasus yang tertangani terlambat.
  4. Menyamakan pemahaman serta penerapan pedoman tatalaksana hipertensi dalam kehamilan sesuai ketentuan KMK terbaru, agar tidak terjadi perbedaan penanganan antar lokasi pelayanan.
  5. Mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan kematian ibu serta bayi akibat penyakit penyerta seperti hipertensi dalam kehamilan, melalui deteksi dini dan pengobatan yang tepat.
  6. Memastikan standar pelayanan yang seragam, merata, dan berkualitas di seluruh 21 Puskesmas beserta wilayah binaannya, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang setara di mana pun mereka berada.
  7. Membangun kerjasama yang lebih erat serta kesatuan pemahaman antar Kepala Puskesmas, Dokter Umum, Bidan Puskesmas, maupun Bidan Desa dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang menyeluruh.
  8. Mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan di daerah kita.

πŸ’‘ HARAPAN DAN KOMITMEN:
Pendampingan ini bukan sekadar kegiatan penyampaian materi, melainkan upaya nyata untuk memastikan setiap ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi yang dilayani di wilayah kita mendapatkan pelayanan terbaik, paling tepat, dan selamat.
Dengan adanya kesatuan pemahaman, kesamaan standar, serta penguatan kemampuan sejak tingkat Puskesmas hingga ke desa-desa, kita berharap tidak ada lagi nyawa ibu dan bayi yang hilang karena keterlambatan penanganan atau ketidaktahuan akan pedoman yang berlaku. Semoga setiap ilmu dan panduan yang telah disampaikan dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan sehari-hari, menjadi bekal berharga bagi seluruh tenaga kesehatan, serta membawa manfaat yang besar bagi keselamatan ibu dan anak di seluruh wilayah Kabupaten.
Mari kita bersinergi, bekerja sama, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan demi masa depan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik! 🀱✨

PendampinganTimAhli #PelayananKIA #KegawatdaruratanMaternalNeonatal #SistemRujukan #HipertensiDalamKehamilan #KMK701Tahun2026 #KesehatanIbuDanAnak #Puskesmas #BidanDesa #DinasKesehatan #Tahun2026 #PenurunanAKIdanAKB #KesehatanPrimer